Imaji dalam Mimpi

Imaji kan nampak saat mata justru tak melihat secara kasat

kemudian hijau, kemudian lapang, kemudian terlena dengan dunia hasrat

sebab anyaman bulir duka dilepas sesaat.

 

punden berundak bergelak dalam semak

lantar cucuran air pedih layaknya buih dari kran menuju bak

 

entah, entah, entah…

 

dunia mandraguna penuh senyum murka kudapati seusai mata menyalak

bangsat, katanya

anjing, katanya

tahik, katanya

persetan, katanya

 

tapi…

 

pedih, kataku

 

jangan kira kekotoran tasbih emosi dari mulut ‘nya’ sebagai keruh jiwa.

 

tidak!

 

cuma itu yang mampu mewakili kelebatan milyaran aksara dikepala ‘nya’.

 

aku, beda!

tak sama!

bukan seperti ‘nya’.

 

diam, pilihku.

lupakan, kataku.

ikhlaskan, kataku yang selanjutnya dibantah diri sendiri.

 

hah, warta itu bergeming seperti merapi padam.

layar kacaku di sana menanti ditengok.

 

maaf.

 

saat realitas beroposisi dengan haluan mimpi

ketika sosialitas bermediasi dengan kemudi

jika universalitas lempar handuk tak menyiangi hari

maka sosok yg menyebut ‘AKU’ tanpa keakuan inipilih memejam berharap gundukan berat ini lekas mati!

 

Barito, Jakarta Selatan

Selasa, 23 November 2010

-Dinihari Suprapto-

Fn. aku makin terdampar jauh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s