karena kau dinihari

Angin, kau tahu? Kini ada dia yang bersama nafasku..

Bagai letupan merapi, namun sekontinyu deru deras ombak, sekeras batu karang, selembut bulu angsa.

Kau.. dinihari.

Kau yang membuat cahaya kehilangan pendarnya, karena kau ibu cahaya.

Malaikat hilang kesakralannya karena tulus hatimu lebih putih.

Pernah aku mencoba, mencari, dan memaknai kata-kata yang coba kaunaikkan harga intisarinya..

demi melukiskan indahmu.

Kini kumaklumi, aku mengerti tak ada yang bisa mendeskripsikan indahmu.

Bukan, kamu bukan malaikat atau bidadari.

Kamu manusia yang jauh lebih indah, jauh lebih bercahaya daripada mereka

Karena kau dinihari..

Oooh Pencipta, begitu indahnya izinkan aku bersanding denganmu.

Parasmu, lakumu, dan caramu membelai nafas itulah tiang-tiang kendahan yang kau miliki.

Tempat di mana bahkan kata cantik pun tak dapat melukiskan indahmu.

Kau belum sepenuhnya terbang, kau kini baru belajar berkepak serta meloncat.

Dan lihatlah betapa dunia menanti dan memujimu dalam tiap tarian hidupmu.

Tak bisa kubayangkan seberapa mega sekalipun takkan mampu membendung indahmu nanti..

Kekasih, betapa aku jauh lebih beruntung dari orang lain.

Aku yang ‘cuma’ ini boleh berjalan mendampingi kamu.

Kekasih kecil, aku mengasihi kamu.. selalu..

_2 Februari 2010_

_00:17wib_

2 thoughts on “karena kau dinihari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s