Agama adalah K.A.S.I.H

Hari ini terjadi lagi. Sama seperti sebelumnya. Ketika itu Kartini lahir.

Bukan Kartini yang pakai kebaya, berkonde dan rela dipoligami. Tapi.. Kartini yg benar kekartiniannya.

Kartini itu hidup dalam pencarian akses demi pendidikan kritis. Namun tak pernah pekak telinganya karena karbitan bom.

Hari ini yang sejak dulu disindirnya terbukti, sayang..

Tapi bukan aku maupun pihakku. Bukan tentang anti toleran, tapi aku anti teroris.

Bukan kamu minor, aku mayor. Tak juga mengenai kamu penuh kasih, aku penuh juang berdarah.

Aku gamang sayang..

Haruskah kehidupan ini diseragamkan? Bukankah hidup ini baik demikian ramainya perbedaan?

“…agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyak dosa diperbuat orang atas nama agama itu?…”

-kartini-

Dia juga bertutur, “…dan biarpun saya tiada beruntung sampai k ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dng merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yg menuju k tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.”

Ini bumi kita kah?

Kalau begitu kita harus jadi putra di sini Purnama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s