PDPT Utamakan Desa Pesisir Rawan Bencana

Jakarta (13/9/2011) — TARGET pengembangan masing-masing daerah sasaran program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) berbeda antardesa. “Target kegiatan masing-masing daerah tidaklah sama. Kalau di suatu daerah lingkungannya sudah baik maka yang kamu sentuh adalah bagian yang belum baik,” kata Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sudirman Saad, di Jakarta, Selasa (13/9).

Pengembangan tersebut dilakukan melalui enam koridor pembinaan. Yaitu, bina manusia, bina usaha, bina lingkungan dan infrastruktur, bina siaga bencana dan perubahan iklim, serta bina sumber daya. Penerapan awal pembinaan itu dikoordinir secara terkelompok di masing-masing cluster.

Setiap cluster terdiri dari tiga desa, maka diperkirakan tahun depan akan ada 16 cluster. Sebab, KKP menargetkan pada 2012 mengembangkan 48 desa.

“Misalnya bina manusia maka program dan kegiatannya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), seperti kesadaran menabung. Sedankan, bina usaha salah satunya dengan revitalisasi lembaga keuangan yang ada di desa pesisir tersebut,” tutur Sudirman.

Direktur Kelautan dan Pesisir Ditjen KP3K menyatakan, pemilihan desa yang menjadi sasaran PDPT disesuaikan kondisi geografisnya. “Kami pilih desa yang rawan bencana. Dan sekarang masih digodok (dipikirkan matang) implementasinya.”

Hal itu sejalan dengan fokus utama PDPT untuk mengembangkan ketangguhan desa pesisir terhadap becana alam. “Harapannya, kelak desa-desa pesisit di Indonesia tak lagi berjubel (memenuhi) di bibir pantai. Desa itu akan ditata ulang, misalnya di baris depan adalah hutan mangrove, belakangnya tambak-tambak, setelah itu baru ada rumah-rumah. Rumah pun arsitekturnya dibuat sedemekian rupa sehingga lebih tahan bencana,” ucap Sudirman.

Untuk pengembangan 48 desa pesisir sasaran PDPT tahun depan KKP menyediakan Rp30 Miliar. Rencananya ada tambahan sekitar Rp100 miliar, namun dana itu masih dalam tahap usulan. Suhardono menambahkan, “Dalam perencanaan ini sudh ada target. Nanti kami akan galang dana dari lembaga lain. Misalnya IMACS dan UNESCO”. (Dini Hariyanti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s