Kalibaru, Kemenhub Pakai Kacamata Kuda

Bengkulu (7/10/2011) — KEMENTERIAN Perhubungan bergeming menanggapi polemik rencana pembangunan terminal petikemas Kalibaru. Proses tender terus berjalan meski banyak kecurigaan praktik korupsi.

“Targetnya pada 2014 sudah operasional karena Pelabuhan Tanjung Priok sudah jenuh,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Leon Muhammad, di Bengkulu, Jumat (7/10).

Beberapa waktu lalu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mensinyalir praktik korupsi dalam proses tender proyek tersebut. Salah satunya terindikasi dari keberpihakan pemerintah kepada salah satu peserta tender, yakni PT Pelindo II.

MAKI menyatakan, dalam proyek senilai Rp11,7 triliun Kemenhub memberi right to match kepada perusahaan BUMN itu. Dengan perlakuan tersebut Pelindo II dapat memberi penawaran terhadap penawar terbaik.

Bahkan Leon menyatakan secara jelas, mempersilahkan Pelindo II memanfaatkan hak tersebut. “Kalau Pelindo II punya kendali peluru right to match ya silakan dipakai,” ucapnya kepada wartawan saat meninjau hasil pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Right to Match dinilai tak pas dimiliki Pelindo II. Sebab, dalam proses tender semua harus setara. Dugaan MAKI lainnya terdapat pada peletakkan batu pertama (ground breaking) proyek tersebut pada November mendatang. Waktu tersebut dianggap tak masuk akal dan terlalu mepet mengingat pemenang tender baru diumumkan Oktober.

Disisi lain, Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto ingin Kalibaru segera dilaksanakan mengingat urgensi proyek itu. Ia menjelaskan, “Kasus seperti Kalibaru sudah terjadi juga di Tanjung Perak, Teluk Lamong. Aneh, kenapa Kalibaru tidak ditunjuk langsung ke Pelindo II?Terbangunnya pelabuhan lebih penting daripada proses tender”.

Menurutnya, proses tender Kalibaru mesti segera dihentikan. Kemudian pembangunannya diserahkan kepada pihak yang ditunjuk pemerintah. “Kalau peserta tender lain nanti menuntut ke pengadilan, ya kita hadapi,” ujar Sumaryanto.

Ia menjelaskan, jika Kalibaru tak segera terealisasi dapat menghilangkan minat investor asing seperti Toyota Astra sekitar Rp20 triliun. “Kalau tender diteruskan maka Kalibaru tidak bakal terbangun dalam jangka waktu yang ditentukan. Stop diskusi antara tender-tender itu,” kata Sumaryanto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s