Mari Harus Mampu Definisikan Ekonomi Kreatif

Jakarta (19/10/2011) — PENGAMAT ekonomi bisnis Universitas Gajah Mada, Mudrajad Kuncoro menekankan agar kinerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif jangan tumpang tindih dengan Menteri Perindustrian. “Karena itu, ekonomi kreatif itulah yang harus didefinisikan menteri baru itu (Mari),” katanya, Rabu (19/10) malam.
Garis batas yang jelas harus ditarik dalam memaknai ekonomi kreatif yang dikembangkan Mari kedepannya. Sebab, dijelaskan Mudrajad, makna kreatif itu tergantun pendifinisiannya.
Pemahaman dasar setidaknya harus diketahui ruang lingkup ekonomi kreatif itu termasuk industri kreatif atau tidak. ” Kalau industri kreatif apakah hanya indutri manufaktur saja atau meliputi industri dalam arti luas. Industri itu bisa saja meliputi seni dan pariwisata,” tutur dia.
Mudrajad mencontohkan industri kerajinan gerabah. “Industri gerabah itu (ditangani) Menteri Perindustrian atau itu termasuk industri keratif,” ucapnya.
Menurut dia ekonomi kreatif bisa saja meliputi industri pariwisata, kerajinan tangan, dan film. “Karena itulah harus didefinisikan. (Kinerja menteri) juga terkait figur wakil menterinya,” kata Mudrajad di akhir wawancara.

One thought on “Mari Harus Mampu Definisikan Ekonomi Kreatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s