Kabarmu ‘Kepala Bawang’?

Hai..

Apakabar?

 

Mmm… kamu bersinar. Yeah.. kamu kini telah bersinar dan senantiasa membagi sinarmu dengan segala yang ada di sekitar. Aku tahu dan percaya kamu pasti akan bisa menjadi seperti ini.

 

Jangan menatap tulisan ini dengan nanar seperti itu. Aku menulis ini sembari tersenyum kok.

 

Empat tahun sudah berlalu dari saat itu, nggak terasa… Aku ingat ketika kamu menemaniku dengan sabar dari malam sampai pagi. Tanpa berhenti bicara. Tanpa jeda cerita. Aku masih ingat kisah ‘kepala bawang’ itu. Oke itu terdengar agak lebai, tapi.. itu kenyataanya.

 

Maaf kalau aku melanggar perjanjian kita dulu. Entah kamu akan membaca ini atau tidak. Membalas ini atau tidak. Itu urusanmu, selalu menjadi urusanmu saja. Tapi yang jadi urusanku adalah menulis dan menyampaikan ini.

 

Sebelumnya kusampaikan dulu salut buat kamu yang teguh sekali memegang perjanjian empat tahun lalu: selepas Januari itu kita takkan saling menghubungi lagi satu sama lain dalam bentuk apapun. Dan… yeah, kamu melakukannya dengan sempurna. Dan aku?

 

Aku kacau. Aku bonyok. Aku babak belur selama tiga tahun belakangan. Meski orang tak melihatnya, tapi sebetulnya di dalam sini aku seperti itu.

 

Apapun itu.. aku bersyukur, senang, bahagia, sekaligus bangga. Kemarin, tanpa sengaja nonton televisi dan tiba-tiba saja ada sosokmu. Kamu bukan hanya guest star dalam acara talk show tersebut. Tapi kini kamu betul-betul sudah menjadi rising star. Hebat!

 

Dengan boot safety shoes (seperti yang dulu kamu idam-idamkan tapi tak pernh terbeli karena harganya mahal), yup.. kamu mengenakan sepatu itu. Dan pada bagian dada rompi yang kamu kenakan ada logo itu. UN, PBB.  Kamu sampai disana ternyata. Kamu memetik bintangmu rupanya. Dan itu keren!

 

Bukan hanya perbicannganmu dengan pembawa acara tersebut yang membuatku tak berhenti nyengir selama sejam talk show itu berlangsung. Melainkan… ya Tuhan… wajah itu, cara bicara itu, gesture tubuh itu, semuanya… tak berubah dan aku, akuuu, aku begitu merindukannya. Aku merindukanmu O.

 

Maaf kalau aku melanggar perjanjian itu, maaf sumpah mati maaf. Kamu nggak balas ini pun nggak apa. Aku hanya ingin menyampaikan padamu kalimat itu : Aku merindukanmu O.

 

Kalau boleh berbagi sedikit, akupun ingin menyampaikan kabarku. Sejak kamu tak ada lagi. Tak pernah ada siapa-siapa lagi. Karirku? Ya, aku tetap menjalani itu sampai kini. Menjalani semuanya, kepasrahan akan jalanNya dengan satu bagian hati yang senyap, lelap, beku. Bagian itulah yang dulu kamu isi.

 

Aku? Ya… aku belum berhasil menerbitkan satu buku pun. Dan mimpi S2 itu masih jadi mimpi. Tapi tak masalah semua itu. Melihatmu bak rising star sudah lebih memuaskan ketimbang membayangkan mimpiku jadi kenyataan. Kamu menyelesaikan pendidikan tinggimu, kamu sampai ke UN. Semoga semakin banyak kebaikan yang dapat kamu tebar setiap detiknya kepada sesama.

 

Apapun itu, apapun yang akan terjadi nantinya.. aku selalu dan selalu berdoa untuk kamu. Untuk setiap jalan yang kamu tapaki, masalah yang kamu hadapi, dan kesempatan yang kamu dapat serta untuk hati yang ada di dalam kamu.

 

Kamu, O, kamu akan besar dan kuat. Kamu akam indah dan bahagia. Aku selalu berdoa untuk kamu.. kapanpun itu.

Dan lusa… aku akan melepas mahkotaku sebagai perawan. Aku hanya ingin kamu tahu ini. Tanpa berharap kamu akan hadir di ‘pesta’ itu atau kamu akan berlakon seperti pahlawan di film-film yang seketika muncul ketika tuan putri hampir menikah dengan pangeran lain (kemudian kamu membatalkannya). Tidak O… tetaplah disana. Curilah semakin banyak kemurahanNya sehingga sinarmu semakin terang, benderang.

Aku merindukanmu O.

 

Jakarta,

D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s