In My Memoriam

(Netbook di sudut kamar mulai memperdengarkan alunan Winamp. aku, dengan pakaian tidur, menuju sudut kamar lain. kandang jeruji besi berdiri di sana. kutatap lekat-lekat makhluk-makhluk kecil tengah berlarian didalamnya. Dan berkumandanglah lagu itu…)

Air Supply – I’m all out of love : ‘it would make me believe what tomorrow could bring. when today doesn’t really know, doesn’t really know’… I’m all out of love, I’m so lost without you. I know you were right believing for so long. I’m all out of love, what am I without you. I can’t be too late to say that I was so wrong.

—-

Aku tahu diriku sangat kreatif. the most creative girl in town! buktinya pencarian nama untukmu mampu kuselesaikan hanya dalam hitungan menit. yup, ‘item’. demikianlah aku memanggilmu. tahu kenapa? karena bulu kamu hitam. kreatif abis kan?

Kamu si item yang baik, penurut, aktif, nggak caper (cari perhatian) dan bukan pemilih makanan. bahkan kamu pemaaf sekali Tem. aku lupa detail  waktu saat pertama kali kita ketemu, aku juga nggak tahu tanggal lahir serta usia pastimu, dan.. kamu tetap nggak pernah marah karena itu. kamu memaafkan aku sebelum aku memintanya. makasi ya Tem.

Kalau sedang kesepian di kosan kamu bakal segera naik ke roda putar. berlari disitu sampai putaran roda tersebut berderit keras dan menimbulkan kegaduhan. seketika aku nggak kesepian lagi. (tenagamu memang seperti kuda kalau sedang lari)

Sebagai orang tua semestinya aku dapat bersikap demokratis ya Tem. maaf aku nggak bisa bersikap demikian terhadap kamu. maaf Item…

Tapi percayalah, Sibaru adalah sosok pria paling kece yang menurutku pas buatmu. pertama kali bertemu Sibaru dia terlihat cool, nggak bawel, nggak ribet, dan agaknya pria itu penyabar. mungkin kamu merasa Sibaru bukan tipe kamu banget. tapi toh kamu pun tetap nggak protes dan berusaha menerima dia dengan lapang dada. (eniwei, Sibaru lumayan ganteng kan?)

Lagi-lagi aku mau bilang maaf (macam Mpok Minah) atas sikapku yang mempertemukan kamu dengan Sibaru nggak disaat yang tepat. aku nggak akan memaksa kamu harus menerima Sibaru ko Tem. kalau kamu nggak suka, aku pasti arikan laki-laki lain. (kok kayaknya kamu seperti wanita haus belaian lelaki ya?)

Perkenalan dan kebersamaan itu seiring waktu, meski kamu awalnya nggak terlalu nyaman dengan kehadiran Sibaru, tapi kamu belajar untuk menerimanya. (aku tau ini dari diarymu). Dan kesabaran Sibaru serta ketulusanmu akhirnya menumbuhkan benih cinta itu. (bahasaku mulai seperti sinetron Tersandung ya?)

Sibaru yang baik. pria bermata-hitam-biji-gundu itu terbukti memang sosok bertanggungjawab. hingga tiba saat persalinan pertamamu. Sibaru menemanimu terus. (mungkin dia merasa bertanggung jawab karena kamu hamil atas ‘sodokan’nya)

Kamu berhasil membesarkan Jawa, Arab, Bule, Ernesta, dan Isabel dengan baik. kemudian lahirlah Azis dan Nunung yang kamu rawat dengan api pula. semuanya dapat ASI eksklusif.

Hingga tiba saat itu.  seminggu setelah kamu melahirkan Cerybel, 7icon, Smash, Gooliath, Juliet, dan si kecil (aku lupa namanya), si kecil…. (Duh siapa ya), si kecil (Oº°˚˚°ºooHh iya!) Suju. Kamu seketika terkulai lemas, tak membuka mata, hanya bernafas. Ya, kamu cuma bernafas. (aku mulai nyeka air mata).

Tanpa sakit apa-apa kamu seketika saja koma. dan keesokan malamnya peristiwa itu pun terjadi: aku meninggalkanmu sendiri dalam liang lahat di taman seberang kampus. (mewek)

Keenam anakmu yang masih kecil itu mewarisi survival mechanism-mu Tem. Sejak kepergianmu mereka tak lantas terpuruk. Melainkan tetap bertahan, hingga kini. namun lima hari setelah kamu pergi, Sibaru pria-bermata-hitam-biji-gundu itu pun meninggalkanku. Ia menyusulmu.

Sibaru wafat dalam diam. maaf Tem tak kumakamkan Sibaru disampingmu, melainkan kuhanyutkan ia di sungai depan kampus.

Item, Sibaru, kalian selalu dalam kenangan. (Tersanjung mode on)–> ‘kesabaran dan keikhlasan kalian mengajariku agar bersikap demikian pula dalam menghadapi kepergian kalian’. semua anak-anak kalian (cucuku) hingga kini sehat. mungkin tak lama lagi kalian akan punya cucu dan berarti untukku itu cicit.

Item, Sibaru… terimakasih karena kalian banyak meninggalkan kenangan manis (dan pait), suka (dan duka pastinya), serta hal-hal indah (plus yang asem) lainnya.  Terimakasih.

this is for (in memoriam) my both beloved hamster, Item dan Sibaru.

Item sedang makan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s