One Heart

Oleh Eman Mulyatman

HATI manusia sungguh ajaib, dengan mata hatinya manusia bisa melihat jauh ke dalam. Apalagi kalau hubunganya dengan Alloh terpelihara baik, batinnya akan mampu melihat seterang bulan purnama.

Seorang ibu akan mampu membaca perilaku anaknya, atasan memperlakukan bawahan dengan sesuai. Seorang guru, ustad/kiai akan mampu melihat gerak-gerik santrinya, sehingga mengarahkannya agar tak sesat. Begitu pun suami-istri, karena sudah bersetubuh, maka seperti satu tubuh. Kaki tersandung, mulut pun teriak, Aduh! Jadi, dalam rumah tangga keterbukaan menjadi penting. Begitu pun sebaliknya. Jadi untuk apa berbohong?

Sebagai wartawan kalau ingin wawancara, kita harus kenal baik dengan narasumber. Wawancara dengan pelaku maksiat pun kita harus menyiapkan hati agar kita tidak tergelincir.

Seorang dai penulis, menulis dari hati, maka tulisannya akan bernyawa, hidup. Juru dakwah kalau berbicara dari hati akan sampai ke hati. Maksudnya, juru dakwah itu pernah mengamalkan apa yang dia biacarakan maka jamaah pun ikut merasakan. Bagaimana mungkin menerangkan nikmatnya puasa Senin-Kamis kalau tidak melakukannya.

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagaian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Alloh dan rasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Q.S At Taubah : 7)

Dr Abdullah Nasih Ulwan mengatakan, “ukhuwah merupakan kekuatan iman yang melahirkan perasaan kasih sayang mendalam, cinta, penghormatan dan rasa saling tsiqoh terhadap seluruh insan yang memiliki cahaya keimanan dan ketakwaan…”.

“Marilah kita berpegang teguh pada ukhuwah yang nicaya tidak akan sirna sekalipun dunia akan hancur, hari-hari akan hilang dan berlalu namun ukhuwah tetap kekal sepanjang masa. Hendaklah kita terus memelihara dan berambisi untuk menunaikan hak-hak ukhuwah ini, merasakan nilai-nilai, menjaga wirid rabithah setiap hari. Semoga Alloh tetap bersama kalian dan tidak menyia-nyiakan perbuatan kalian,” demikianlah Syaikh Mahdi Akif Mursyid Am Ikhwanul Muslimin.

sumber: rubrik tafakur – Majalah Sabili (No. 17 Th. XIX / 24 Mei 20132/3 Rajab 1433)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s