Harga Gas Hulu dan Hilir Naik Bertahap


Kenaikan harga gas hasil revisi berlaku September 2012

JAKARTA (6/7/2012) – KENAIKAN harga gas untuk konsumsi industri dari hulu akan berlaku bersamaan dengan kenaikan harga gas di sektor hilir selepas lebaran 2012. Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik kepada wartawan di kantornya.

“Harga gas industri di hulu bukan di revisi saja. Tapi itu begini, kalau di hilir kami naiknya 1 September maka di hulu juga akan dibikin begitu. Sudah dipastikan itu pakai sharing the pain,” tutur Jero Wacik di Jakarta, Kamis (5/7). Kenaikan harga gas di hilir berlaku bertahap pada September 2012 sebesar 35 persen kemudian April 2013 sebesar 15 persen.

Jero menyatakan selain momentum kenaikan harga yang ditunda, besaran harga akan direvisi. Besaran kenaikan harga di tengah dari PT Perusahaan Gas Negara,Tbk dengan harga di hulu dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan direvisi menggunakan metode sharing the pain. Maksudnya, pihak PGN di sektor tengah dan KKKS di sektor hulu sama-sama menurunkan pendapatan dari harga jual gasnya.

Rencana awalnya, PGN menaikkan harga gas 55 persen, namun pemerintah merevisi persentase kenaikan harga sebesar 50 persen. Beban selisih lima persen itu akan ditanggung KKKS dengan PGN dengan cara mengurangi harga.

Menteri ESDM mengiyakan kemungkinan hasil dari penerapan metode sharing the paintersebut dengan ditanggungnya beban kenaikan ekuivalen dengan 2,5 persen oleh PGN dan KKKS. Ekuivalen itu dari 50 persen dari 5 persen penurunan harga yang ditetapkan pemerintah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) KESDM Evita Herawati Legowo menyatakan belum diketahui detil nominal kenaikan harga gas industri di hulu tersebut. Hingga kini besaran penaikan itu belum selesai dibahas.

“Pokoknya sudah diputuskan bahwa harganya berubah. Tetapi harga hulu belum diputuskan selisihnya berapa dan saya tidak tahu berapa. Saya nggak berani ngomong karena berkasnya masih di tangan Pak Menteri. Pokoknya sebelum September ini sudah diputuskan,” ujar Evita.

Saat ditanya bagaimana kelanjutan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara hulu dengan PGN, Evita menjawab, kembali menggunakan harga yang awal. “Masih yang kemaren PJGB-nya. Tapi kan PJBG tinggal menunggu keputusan Pak Menteri, nah sekarang ini sedang diolah,” ujar dia.

Sebelumnya Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini sempat menjelaskan, pendapatan di Hulu (KKKS) bisa meningkatkan pendapatan negara hampir 60 persen. Sedangkan di tengah (PGN) bisa menyumbang sekitar 30 persen, dan di hilir atau terhadap kalangan industri bisa menimbulkan muliflier effect.

Revisi harga gas di hulu diinginkan PGN sejalan dengan adanya penyesuaian harga gas industri di hilir yang telah diputuskan pemerintah, pekan lalu. Perseroan berpelat merah itu menghendaki dilakukannya penyesuaian harga gas industri di hulu dan hilir agar proporsional.

Apa yang dilakukan pemerintah selaras dengan yang diharapkan PGN agar terjadi singkronisasi antara harga gas di hulu dan hilir. Pasalnya, bila tak demikian diyakini bakal membebani perusahaan karena menanggung kenaikan dari KKKS.

Sebelumnya, harga gas dari hulu yang diterima PGN naik sekitar 200 persen, yakni dari ConocoPhillips. Persentase itu diterjemahkan perusahaan melalui penaikkan harga gas di hilir sekitar 55 persen. Kemudian pemerintah merevisinya jadi hanya naik 50 persen. Mulai 1 April 2013 nanti harga gas di ConocoPhillips naik sekitar 203 persen dan Pertamina Pagar Dewa naik sekitar 141 persen.

Sejak pertengahan pekan lalu akhirnya KESDM memutuskan menaikkan harga gas industri sebesar 50 persen secara bertahap. Persentase ini merupakan hasil revisi dari besaran penaikan awal sebanyak 55 persen menjadi sekitar US$10,2 per MMBTU dari US$6,8 per MMBTU.

BBM dan Gas Lebaran

Ditanya soal kesiapan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas industri menjelang Lebaran 2012, Jero Wacik menyatakan semua dalam kondisi aman. Artinya, Pertamina maupun PGN menyatakan kecukupan pasokan BBM dan gas selama bulan puasa dan arus mudik-balik nanti.

“Persiapan BBM dan gas menjelang puasa dan lebaran sudah kami tangani. PGN dan Pertamina menyiapkannya, kemudian kenaikan gas kita atur kembali. Ada kenaikan harga gas industri tapi kenaikannya habis Lebaran jadi tidak usah khawatir untuk gas,” kata dia.

Sedangkan untuk pasokan BBM, tutur Jero, penghematan BBM subsidi tetap berjalan meski harus berhadapan dengan musim mudik dan balik yang menimbulkan peningkatan konsumsi bahan bakar itu. “Pertamina menyatakan juga katakan aman untuk BBM. Dan penghematan BBM subsidi tetap berlaku walau Lebaran,” ucapnya.

Jero dan Evita ditemui wartawan usai acara pemberian beasiswa kepada 831 putra dan putri pegawai di lingkungan Kementerian ESDM bekerjasama dengan Yayasan Pertambangan Energi (YPE) hari ini. Para siswa tersebut terdiri dari 323 siswa Sekolah Dasar, 255 siswa SLTP, dan 253 orang siswa SLTA.

“Dulu waktu masih muda saya hanya bisa bantu satu dua orang anak yang susah. Sekarang bisa 831 orang nanti bisa 2.000 orang. Ini harus dilihat dari sisi spritual, itu catatan saya mengenai anak yatim piatu,” katanya. Dini Hariyanti

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s