Dari Sudut Cafe, Kulik Ilmu tentang Migas

(Sejak beberapa jam lalu aku sudah tiba di sini, di tempat ini. Nama cafenya apa ya tadi? Country something apa gitu. Hehe lupa. Lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah. Dan ini pertama kalinya aku menemukan tempat sejenis cafe yang bisa kukunjungi dalam waktu berjam-jam sendirian saja. Mantabbbb.)

(Berikut ini foto yang iseng kujepret dari kursi tempatku duduk, di lantai dua. Tadinya aku duduk di dalam, sebab di dalam ber-AC asumsinya tentu lebih dingin dan maknyus dong yah. Tapi melihat colokan berderet di ruangan outdoor untuk smooking maka kuputuskan untuk pindah.)

 

 

(Sebetulnya bukan soal betapa okenya cafe yang baru kukunjungi ini, yang mau kuceritakan di sini. Tapi tentang apa yang kulakukan di sini. Setelah tadi mengunjungi beberapa tempat untuk mencari beberapa barang, lalu kaki kutujukan kesini. Here I am, sitting down, reading, writing, and thinking. Yup yang aku lakukan di sini adalah belajar. Seriously, i’m learning here, about mineral and energy resource.)

(Terkait rolling desk job liputan sejak beberapa bulan lalu ke sektor energi dan sumber daya mineral serta BUMN maka banyak yang harus aku pelajari lagi. Basi banget sih ya memang kalau baru sekarang belajar padahal rolling sudah tiga bulan hahaha. Ketahuan deh kalau lagi wawancara narasumber sering o’on-nya.)

(Kemarin dari Pressroom Kementerian ESDM aku “nyolong” alias pinjam tanpa seizin seluruh warga Pressroom, buku tulisannya Pak Wid, Wamen ESDM yang beberapa waktu lalu meninggal. Ternyata bukunya bagus! Well, for beginers like me.. this book is really recomended. Sejenak mikir gitu, kenapa dulu ndak pernah tertarik untuk masuk jurusan ekonomi energi ya? Science is sexy.)

(Inilah yang bisa kutulis dari sedikit ilmu yang aku baca, cekidot…)

DALAM upaya untuk memproduksi minyak dan gas bumi (migas) tentu harus dilakukan terlebih dulu proses eksplorasi atau pencarian migas tersebut. Namun, sebelum fase eksplorasi harus dilakukan dulu beberapa hal agar sebuah badan usaha / kontraktor dapat melakukan praktik eksplorasi tersebut.

Pertama-tama, badan usaha atau kontraktor bersangkutan harus mendaftarkan diri di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas). Kemudian ia harus mengikuti lelang untuk mendapatkan hak kontrak wilayah kerja. Jika sudah menang dilanjutkan dengan membayar untuk mendapatkan formulir dan informasi seputar lapangan migas yang akan digarapnya.

Setelah itu, badan usaha atau kontraktor harus membuat proposal terkait rencana kerja pencarian migas di wilayah yang telah ditentukan. Di dalam proposal itu harus dijelaskan mengenai besaran modal yang dimiliki serta perkiraan-perkiraan hal lainnya. Perkiraan yang dimaksud misalnya terkait dengan proyeksi produksi, pendapatan, dan perkiraan keuntungan yang nantinya akan diperoleh dari lapangan migas tersebut.

(Anjir sampai sini omonganku sudah kayak anak jurusan geologi. Oke next!)

(Eniwei, sejauh ini aku cukup paham dengan apa yang aku baca dan tulis. Sampai kemudian menemukan kata “CEBAKAN”. What is this? Apa itu seperti jebakan? Secara bo, tulisannya mirip-mirip. Hahahaha)

(Belum juga mulai nulis lagi, sekarang ketemu kosakata baru, yaitu “LOGING”. Hadeh)

Setelah memenuhi semua persyaratan untuk dapat melakukan pencarian migas barulah ekplorasi bisa dilakukan. Dalam proses pencarian cadangan migas ini dilakukan beberapa survei, yaitu survei geologi dan geofisika serta survei seismik dan gravitasi untuk menemukan cebakan. Tujuan survei itu ialah untuk mencari tahu apa cebakan tersebut memiliki kandungan migas atau tidak. Untuk itu, maka dilakukanlah pengeboran wild-cat (Kucing liar? haaaaa???).

Melalui pengeboran wild-cat bisa diperoleh data mengenai hidrokarbonnya (itu minyak / gas bumi), sifat batuannya, dan kandungan migasnya. Khusus untuk mencari tahu sifat batuannya harus dilakukan cara logging sonic dan loging radioaktif. Sedangkan kandungan migasnya diketahui dengan loging listrik. Nanti dari semua proses ini bisa didapat perkiraan kasar cadangan migas yang tersimpan di lapangan yang dibor. Setelahnya dilakukanlah proses produksi migas.

(Karena tadi aku sempat bingung soal beberapa hal, seperti cebakan dan loging maka kucoba tanya ke paman google mengenai hal ini. Terkait dengan “apa itu loging radioaktif, dia bilang seperti berikut: Gamma Ray Log adalah metode untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan unsur-unsur radioaktif dalam lapisan batuan di sepanjang lubang bor. Unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan tersebut diantaranya Uranium, Thorium, Potassium, Radium, dan lainnya. Unsur radioaktif umumnya banyak terdapat dalam shale dan sedikit sekali terdapat dalam sandstone, limestone, dolomite, coal, gypsum, dll. Oleh karena itu shale akan memberikan response gamma ray yang sangat signifikan dibandingkan dengan batuan yang lainnya.)

(Terus Paman Google bilang lagi, seperti ini : Sumur yang akan dibor perlu diperkirakan sifat fisik batuan dan fluida yang terkandung didalamnya berdasarkan korelasi sumur tersebut dengan data logging dari beberapa sumur di sekitarnya. Sehingga dapat diketahui kondisi geologi dari reservoir tersebutyang sangat dibutuhkan dalam perencanaan pengeboran.)

Sebelum berlanjut membahas seputar produksi minyak, sebelumnya perlu diketahui terlebih dulu bahwa biaya eksplorasi migas semakin meningkat dipengaruhi beberapa hal. Selain memang disebabkan praktik pencarian migas membutuhkan biaya mahal dan teknologi tinggi, kerap kali utamanya di Indonesia sumur-sumur yang menyimpang cadangan migas berada di lokasi remote alias terpencil. Sehingga, untuk mengeksplorasinya perlu membangun infrastruktur baru dan sebagainya yang menambah biaya operasional.

(Sampai di sini dulu perjumpaan kita. Sudah mulai mengantuk ini, waktunya untuk menonton film.)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s