Nostalgia Masa Lalu

…”Keutamaan Kartini sesungguhnya terletak pada hal lain: ia pemikir yang gelisah. Ia bergulat dengan pemikiran, dan terseok-seok antara dunia ide dan kenyataan Dari sudut pandang inilah Kartini-juga sejarah Indonesia-semestinya ditelaah.

Kita kerap menemukan simplikasi peran sejarah. Sukarno hanya disebut Pahlawan Proklamasi padahal pergulatannya dimulai jauh sebelum ia menulis dan membacakan teks kemedekaan. Hatta hanya disebut Bapak Koperasi seolah-oleh ia tak pernah memikirkan ide bentuk negara dan upaya menyelamatkan orang jelata. Bertahun-tahun Tan Malaka bahkan tak disebut dalam buku sejarah hanya karena ia memilih-suatu ketika-menjadi komunis.

Bersikap adil kepada sejarah juga berarti tak berlebihan mengapresiasi masa lalu. Bagaimana pun Kartini, Sukarno, Hatta dan Tan Malaka tetaplah manusia biasa. Tak perlu bernostagia berlebihan. Tak juga glorifikasi.”

[Majalah Tempo edisi 22 – 28 April 2013]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s