Demikianlah

Namamu bukan lagi penyemangat.
Nafasmu tak terasa hangat.

Sapamu terdengar memekakan.
Bahkan, senyummu tak menyenangkan.

Bisulku pecah. Aaahhh, nanah… sepertinya berdarah.

Ingatan tak lagi berbalut sinaran warna-warni.
Perbincangan bukan tentang kekuatan saling membersamai.

Langkah mulai berjarak.
Luka tak terbalut perban, justru tertuang arak.

Nuansamu kini sephia. Senyawa di tengah kita cuma alfa.

Demikianlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s