Ekspor Otomotif Meroket Bulan Lalu

MENAPAKI tahun ini, kinerja ekspor kendaraan bermotor roda empat menorehkan langkah menanjak. Bahkan, volumenya meroket pada September atau menjadi yang terbesar sepanjang 9 bulan pertama 2013.

 

Itu terlihat dari data ekspor otomotif yang dicatat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pada bulan lalu, ekspor mobil CBU mencapai 17.714 unit. Ketimbang realisasi ekspor Agustus 9.614 maka perolehan September tumbuh sekitar 78%.

 

Padahal, sebelumnya penjualan keluar negeri tak pernah melebihi 15.000 unit. Pada Januari ekspor sebanyak 14.387 unit, Februari 14.319 unit, Maret naik menjadi 14.409 unit. Setelahnya turun ke level 13.914 pada April, tapi kembali menanjak selama Mei menjadi 14.998 unit. Pada Juni dan Juni jumlahnya 12.438 dan 13.376 unit.

 

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan pergerakan volume ekspor kendaraan sangat tergantung kepada kebijakan prinsipal pusat otomotif bersangkutan. Artinya, jumlah mobil yang dijual ke luar negeri mengikuti ketetapan markas pusat.

 

“Setiap ekspor kendaraan bermotor [termasuk ekspor dari Indonesia] itu dikendalikan oleh prinsipal di negara-negara pusat masing-masing produsen otomotif,” tuturnya.

 

Volume ekspor terbesar sepanjang tahun ini bukan cuma CBU tapi juga kendaraan terurai (completely knocked down/CKD). Pada bulan lalu, penjualan ke luar negeri mencapai 11.639 unit atau tumbuh 92,9% dibandingkan Agustus 6.034 unit.

 

Sebelum September, ekspor CKD tak pernah menyentuh 10.000 unit. Pengiriman sebanyak 6.125 unit terjadi pada Januari lalu naik menjadi 8.231 di Februari. Pada Maret – April stabil di kisaran 9.721 unit dan 9.708 unit. Lalu turun menjadi 8.679 unit di Mei tapi kembali tumbuh menjadi 9.204 unit dan 9.713 unit pada Juni dan Juli.

 

Jongkie mengaku tak bisa memprediksikan tren penjualan mobil keluar negeri di Oktober akan melampaui September atau sebaliknya. Dengan kata lain, pencapaian bulan lalu mungkin akan menjadi yang terbesar sepanjang 2013.

 

“Pasar ekspor otomotif itu ditentukan oleh negara [basis pusat prinsipal] yang bersangkutan. Jadi kami [Gaikindo] tidak mungkin memprediksikanya di awal,” ucap dia.

 

Pertumbuhan ekspor CBU maupun CKD tak bisa dipisahkan dari kontribusi penjualan grup Toyota di Indonesia. Untuk penjualan domestik, TAM berkontribusi sekitar 35,16% setara 319.187 unit terhadap total wholesales Januari-September 908.279 unit.

 

PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat total pengiriman CBU selama Januari – September 2013 mencapai 77.999 unit. Jumlah ini naik 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 73.702 unit.

 

Ekpor kendaraan utuh merek Toyota selama 9 bulan pertama 2013 setara dengan 62,62% keseluruhan pengiriman CBU nasional. Gaikindo mencatat sampai dengan bulan lalu jumlahnya sebanyak 124.559 unit.

 

Wakil Presiden TMMIN Johnny Darmawan menyatakan Toyota terus meningkatkan volume ekspor sebagai wujud dukungan terhadap upaya pemerintah mendongkrak kinerja industri otomotif nasional.

 

“Toyota awalnya berkomitmen untuk mengekspor sekitar 30% dari total kapasitas produksi kendaraan di TMMIN tapi volume ekspor yang sekarang itu sudah setara 40 lho,” tuturnya.

 

Kontribusi terbesar ekspor berasal dari Fortuner, Avanza, dan Town Life. Masing-masing berjumlah 28.759 unit, 27.225 unit, dan 8.286 unit. Khusus Town Lite diproduksi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tapi diekspor atas nama Toyota.

 

Sedangkan untuk ekspor Kijang Innova tahun ini justru merosot dibandingkan tahun lalu menjadi 12.753 unit dari 13.457 unit. Demikian pula terhadap Toyata Rush yang turun menjadi 976 unit dari 1.383 unit.

 

“Ekspor Toyota memang umumnya naik terutama terdorong dari penjualan Fortuner. Permintaan Fortuner ke Brazil atau negara Amerika Latin lainnya naik termasuk ke Middle East,” ucap Johnny.

 

Basis Toyota di Indonesia baru-baru ini mendapat predikat sebagai eksportir terbaik versi Kementerian Perdagangan RI. Salah satu indikatornya ialah kinerja ekspor yang terus menanjak serta komitmen perusahaan memosisikan Indonesia sebagai basis produksi.

 

Fortuner dan Innova yang dibuat di Indonesia diekspor ke lebih dari 33 negara mayoritas ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika a.l. Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Lebanon, Syiria, Oman, Kuwait, Yaman, Filipina, Nigeria, Ghana, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Haiti, Nikaragua, Panama, Peru, Suriname, Tahiti, Kolombia, Elsavador, Honduras, Antigua, Dominika, Grenada, Jamaika, St Kitts, Trindidad, dan St Lucia.

 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyatakan bersedia mengakomodir realisasi tax holiday untuk industri otomotig asalkan terwujud peningkatan volume ekspor mobil tahun ini.

 

“Mereka menyanggupi tapi peningkatan ekspor terbesar baru 2014. Saya katakan, kalau Anda [Gaikindo] bisa menghitung berapa penaikan ekspor tahun ini dan tahun depan maka regulasi apa yang dibutuhkan saya bersedia bicarakannya di tingkat kementerian keuangan dan perekonomian,” tuturnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s