Makna

MAKNA… arti, definisi… thesaurus yang saling berkelindan. Saya coba mengambil diksi pertama, makna.

 

meaning

 
Pernah suatu masa seorang penutur sejarah di era Perang Dunia II mengungkap tentang pengalamannya selama hidup di dalam kamp konsentrasi NAZI. Dari sanalah akhirnya ia menemukan suatu gagasan tentang kebermaknaan hidup.

Ibarat seloyang steak tenderloin di atas pan panas tersaji di hadapan. Belum lengkap kalau tak terseduh saus khas steak, dengan mix vegetables di sudutnya, bisa ditambahkan pula mashed potato, dan taburi sedikit lada. Siapkan garpu dan pisau di tangan kanan-kiri, siap menyantap.

Saya analogikan steak beraroma menggugah itu selayaknya aktivitas di dalam sebuah kamp konsentrasi. Tak lengkap tanpa “saus” alias penyiksaan, mix vegetables serasa “penembakan”, “mashed potato” layaknya rangkaian pembunuhan massal. Nah, si “garpu-pisau” tak ubahnya opsi kamar gas atau eksekusi di atas kursi listrik. Nyam… nyam.. nyam… nyawapun diregang.

Seorang penutur sejarah itu menemukan orang-orang dengan pertanyaan di benak, “mengapa ini terjadi padaku?”. Ada juga yang justru berpikir, “apa yang bisa dan seharusnya kulakukan dalam situasi semencekam ini?”. Entah si penutur termasuk yang mana.

Katanya, mereka dengan pertanyaan pertama di kepala banyak yang meregang nyawa di kamar gas. Sementara kaum berpertanyaan kedua, mayoritas bisa lolos.

Apa yang membedakan kalangan dengan pertanyaan pertama dan kedua? Diferensiasinya terletak pada, “Pemberian makna!” kata Viktor E. Frankl.

Yah, setiap dari kita memiliki kebebasan yang tak bisa dibelenggu rantai maupun intimidasi dalam bentuk apapun, kebebasan memilih.

Dari tiga dimensi yang kita miliki -fisik, psikologis, dan spiritual- keinginan menjatuhkan pemaknaan, menurut si penutur, datang dari yang ketiga. Memberi pemaknaan ini tentunya terhadap kehidupan.

Melekatkan pemberian suatu makna, setidaknya membuat seseorng mampu memutar sudut pandang, hingga dapat menatap diri sendiri.

Hhmmm… jika demikian, kiranya makna apa yang mesti kulekatkan kepada diri beserta seperangkat kehidupan yang berkelindan dengannya?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s