Terima Kasih, Belumlah Cukup

KATA itu, yang lebih dalam maknanya dari sekedar “terima kasih”. Kata itu, membantuku mengenal matahari kepada hangatnya bukan terangnya.

Kata itu, mendorong untuk menginsyafi bahwa bahagia bukanlah tujuan melainkan cukuplah berjumpa dengannya dalam perjalanan.

Syukur, itulah dia.

Kata itu, yang membuat nikmat kian bertambah.

water
water

Semesta beserta creator-nya mengajari untuk bersyukur. Itulah kata yang lebih luas maknanya tinimbang terima kasih.

Bercengkrama dengan (karya)-nya tegas kurasai sebagai wujud nikmat melalui manusia. Untuk yang seperti ini rasanya “terima kasih,” belumlah cukup atas berlembar-lembar kalimat yang tertulis dalam buku-bukumu.

Kecuali… sembari menyelami doa, “semoga Dzat Maha-Segala itu membalasmu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Dia membalasmu dengan balasan yang terbaik”.

 
-Tangerang, Sabtu (16/11/2013) 15:01 WIB-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s