Not Enough

e63(284)

WAKTU kerap  seperti usapan telapak ketika kening berpeluh. Begitu saja lalu  kerin. Atau, serupa menantikan kopi dalam cangkir di depanku adem agar bisa diseruput, lambat sekali.

Ah… waktu. Adakah itu sebetulnya?

Aku rasa itu hanya akal-akalan orang gila saja.

Setelah waktu dibuat lantas segala terasa seperti berbatas. Oke, memang tak ada yang terhampar luas tanpa ujung sih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s