Changi, Tak Sekadar Pangkalan Pesawat

PENERBANGAN pada Selasa (24/6/2014) siang berlangsung kurang dari 2 jam. Pesawat bernomor GA830 itu memindahkan saya dan ransel dari Soekarno-Hatta di Jakarta ke Changi di Singapura.

Saya menghela napas dalam pascakeluar dari garbarata Bandara Changi, maklum sindrom mabuk udara bikin perut mual. Tapi pusing dan mual berkurang drastis dalam waktu tak lebih dari 5 menit tertolong pemandangan interior terminal yang ramah retina.

Taman dengan bebungaan, kolam air, rerumput, dan pohon berdaun jarum di salah satu sudut terminal 2 membantu saya jadi lebih rileks. Changi menyajikan lantai berpermukaan marmer dan karpet dengan harapan langkah penumpang jadi lebih nyaman.

Suasana ruang terminal 2 disirami cahaya lampu berwarna kekuningan menjauhkan mata dari silau. Perbedaan paling mencolok dengan bandara di Jakarta adalah pelayanan imigrasi yang lebih cepat tanpa antrean berarti, akses wifi yang leluasa, plus kehadiran papan informasi yang tourist friendly.

 

Tak banyak lokasi wisata yang saya singgahi selama di Singapura pada 24 – 26 Juni 2014. Tujuan perjalanan ini memang untuk mengeksplorasi Changi yang notabene bandar udara terbaik di dunia pada tahun lalu.

Setiap hari saya habiskan waktu berkelana di terminal 1 – 3 Changi menggunakan kereta listrik bernama Sky Train. Bukan cuma terminal penumpang umum, bandar udara ini juga juga punya terminal VIP untuk commercial important person (CIP).

Beberapa orang dari manajemen Changi menemani selama di Singapura, salah satunya Badariah Badaruddin. Perempuan berkulit putih langsat, mata sipit, dan rambut lurus itu menjabat assistant manager corporate & marketing communications Changi Airport Group.

“[Versi Skytrax] kami [Bandara Changi] menjadi airport terbaik di dunia pada 2013 dan 2014. Pesaing terberat kami jelaslah Incheon di Korea,” ujarnya dalam salah satu perbincangan.

Kawasan pangkalan pesawat komersil tersebut tak sekedar gateway tapi juga menjadi tujuan wisata itu sendiri. Koneksi internet gratis, pusat perbelanjaan, restoran, area bermain anak, hotel transit, rest area, bioskop, kolam ikan, kolam renang, berbagai gerai ritel, dan taman tersedia di Changi.

Ada empat tempat yang membekas di benak dari Changi, yaitu Singapore Tour gratis, tabung perosotan Slide @T3, taman bunga, dan taman kupu-kupu. Tur keliling ruas jalan utama Singapura yang singgah sejenak di Marlion tersedia bagi penumpang yang hendak mengisi waktu senggang selama transit.

Untuk menggambarkan perosotan Slide @T3, Anda bisa tengok tabung perosotan di FX, Sudirman, Jakarta. Perosotan setinggi empat lantai di Changi ini mirip dengan yang ada di mal itu. Perbedaan Slide @T3 dengan tabung perosotan di FX lebih kepada ketinggian, jumlah liukkan, dan panjangnya.

Singapura dikenal sebagai garden country, kesan ini pula saya tangkap di dalam Changi. Bandara ini punya beberapa taman tematik, di antaranya taman kaktus (terminal 1), taman orchid dan bunga matahari (terminal 2), serta taman kupu-kupu (terminal 3).

Yang paling unik, bagi saya, adalah taman berisi 500 bunga matahari dan 1.000 ekor dari 30 spesies kupu-kupu. Selain kesuburan dan ekosistem yang terjaga, lokasi yang menawan di rooftop bikin kepincut karena pengunjung bisa sekalian mengamati lalu lintas pesawat.

[Taman Bunga Matahari, Bandara Changi, Singapura / dok. pribadi]
[Taman Bunga Matahari, Bandara Changi, Singapura / dok. pribadi]

Ritel Jadi Andalan

Assistant Vice Presiden Corporate & Marketing Communication Changi Airport Group Robin Goh mengatakan keuangan Changi kini tak semata mengandalkan aktivitas penerbangan. Ritelah yang menjadi bisnis andalan korporat dengan kontribusi setara separuh total pendapatan grup Changi.

“Pendapatan nonaeronautika yang sehat memperkuat daya saing kami sebagai hub udara skala global,” ujarnya.

Pendapatan dari bisnis ritel sepanjang tahun lalu mencapai S$2 miliar. Jumlah ini tumbuh 9% terhadap perolehan pada 2012. Angka tersebut merupakan pendapatan terbesar keempat di dunia yang diperoleh pengelola bandara dari penjualan ritel.

Tanpa menyebutkan angka detil, Robin menyatakan sumbangsih tiga bisnis ritel terbesar adalah rokok dan minuman keras, parfum dan kosmetik, serta produk mewah. Total gerai ritel yang dimiliki Changi berjumlah 350 toko.

Robin mengklaim harga yang ditawarkan di seluruh gerai ritel di dalam bandara tak lebih mahal dibandingkan dengan yang ada di pusat perbelanjaan di luar bandara. Transaksi ritel di Changi berkisar 120.000 setiap hari.

Minister Mentor Singapura Lee Kwan Yew pernah bilang, “Barang kali keputusan pemerintah yang paling berani terjadi pada 1975, yakni meninggalkan bandara Paya Lebar yang sudah ada lantas mengembangkan Changi”.

Pernyataan tersebut merujuk kepada pembangunan Changi yang dimulai pada 1975 di ujung timur Singapura. Bandar udara ini menjadi proyek dengan investasi termahal di negeri singa kala itu senilai S$1,5 miliar.

Sebelum Changi lahir, bandara pertama di Singapura adalah Seletar beroperasi pada 1929 – 1937. Pangkalan pesawat komersil selanjutnya adalah Kallang (1937 – 1955) kemudian Paya Lebar yang beroperasi sampai 1981.

Singapura mengambang serupa pulau seluas sekitar 137 kilometer persegi. Jika melihat peta dunia, negara bersimbol kepala singa ini mungkin cuma nampak seperti bulatan hitam di dekat Malaysia dan Indonesia. Sisi utara berbatasan dengan Malaysia, sedangkan Indonesia di selatan.

Setiap sudut Negeri Singa dipenuhi papan informasi yang jelas, sehingga wisatawan tak perlu khawatir nyasar maupun kecopetan. Konsep ini pula diterapkan manajemen Bandar udara Changi.

Wisata alam yang dimiliki mungkin tak seeksotis Raja Ampat, Pulau Dewata, atau Borobudur. Tapi Singapura tak habis akal, mereka menata serapi dan apik mungkin infrastruktur transportasi, lingkungan, dan setiap lokasi yang potensial jadi tujuan wisata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s