Keluarga dalam Ekonomi

EKONOMI tak jauh berbeda dengan rumah tangga sebuah keluarga. Di dalam keluarga terdiri dari sejumlah orang dengan pemikiran, kebutuhan, keinginan, dan harapan yang berbeda. Melalui rumah tanggalah, keluarga idealnya bersatu padu berusaha mencapai kemakmuran bersama.

Dalam berbagai literatur disampaikan bahwa ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya mencapai kemakmuran alias welfare. Manakala suatu rumah tangga bisa mencapai kemakmuran indikatornya kebutuhan mereka atas barang maupun jasa dapat terpenuhi.

Setiap orang dalam rumah tangga punya kepercayaan berbeda. Orientasi di antara mereka juga mungkin tidak sama satu sama lain. Belum lagi lingkungan, di luar rumah tangga keluarga, yang dimiliki berbeda. Walhasil sasaran yang ingin masing-masing capai juga tidak sama.

Misalnya, A dan B merupakan kakak beradik di dalam rumah tangga keluarga XYZ. Latar belakang pola asuh, meski satu ibu dan bapak, serta kondisi lingkungan tempat keduanya tumbuh berbeda. Walhasil saat dewasa karakter mereka tidak sama.

Perbedaan tersebut menghasilkan kebutuhan, keinginan, serta sasaran yang berbeda. Si A sewaktu bersekolah SMA bergabung dengan ekstrakulikuler Rohani Islam (Rohis) dan jatuh cinta dengan segala aktivitas di dalamnya.

Seiring waktu keislamannya terus dipupuk hingga menyentuh nilai-nilai kehidupan si A. Dia meyakini hidup hanya sekali dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memupuk amalan-amalan baik. Manakala mendapatkan warisan tanah sepeninggal kedua orang tua, A memutuskan menyumbangkan separuhnya sebagai wakaf untuk mushola.

Namun keputusan berbeda ditempuh oleh B, kakaknya. Sesama perempuan tetapi lingkungan yang membentuk tumbuh kembangnya berbeda dengan A. B beragama sama dengan A tetapi bisa dibilang tidak sereligius A.

Kendatipun B setuju bahwa beramal dan berbuat baik terhadap sesama penting, tetapi tidak salah pula memenuhi keinginan pribadi. Orientasinya lebih kepada memiliki hidup yang secure secara financial dalam jangka panjang. Walhasil dia memilih menjual sebagian tanahnya untuk membeli logam mulia.

Antarkeluarga tidak ada yang pola konsumsinya persis sama. Ada banyak variasi perilaku dan kenyataan hidup. Upaya mencapai kemakmuran yang versinya berbeda-beda inilah yang dikaji melalui ilmu ekonomi.

Rumah tangga yang dikaji bukan hanya rumah tangga yang terjalin berdasarkan ikatan keluarga. Ada pula rumah tangga dari dua atau lebih orang yang kerjanya memasarkan barang dan jasa. Ini disebut rumah tangga perusahaan. Masing-masing dari mereka berkolaborasi untuk mendapatkan laba.

Perbedaan dengan rumah tangga keluarga adalah pada rumah tangga perusahaan ada proses produksi suatu produk. Tidak hanya berbentuk barang tetapi juga jasa maupun sesuatu yang lain. Proses ini mencakup masukan/input, transformasi/perubahan, keluaran/output.

Antara individu secara langsung maupun melalui rumah tangga keluarga dan rumah tangga perusahaan memiliki keterkaitan. Bisa dibilang dunia usaha hadir tidak bisa lepas dari adanya hubungan yang saling menentukan dan membutuhkan di antara keduanya; si produsen dan konsumen.

Rumah tangga yang meliputi dunia usaha tidak hanya berbentuk perusahaan tetapi bisa berwujud lain. Sebut saja badan usaha, dunia usaha, industri, dan bisnis eceran. Aktivitas usaha yang dijalankan masing-masing ini tidak serupa.

Badan usaha, misalnya, suatu badan yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk bisa memperoleh laba. Perusahaan adalah organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara menguntungkan.

Beda lagi dengan dunia usaha, ini bisa dimaknai sebagai suatu lingkup yang di dalamnya ada kegiatan produksi, distribusi, dan upaya lain. Usaha-usaha ini mengarah kepada pemuasan keinginan dan kebutuhan manusia secara maksimal.

Sementara industri merupakan sekelompok perusahaan. Mereka menghasilkan produk yang sama untuk pasar yang sama. Adapun bisnis eceran adalah usaha yang berkegiatan terkait denngan penjualan barang atau jasa kepada konsumen tanpa mengubah bentuknya.

Di dalam ekonomi, individu/keluarga dan dunia usaha saling menarik. Yang satu punya kebutuhan sedangkan yang lain berusaha memproduksi berbagai hal dan barang yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Keduanya seperti gula dan semut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s